Terhalang rasa(cerpen)

TERHALANG RASA

Riuhnya angin malam yang di iringi guyuran hujan membuat malam terasa lebih singkat

Sang raja siang menyebarkan berkas sinarnya kebalik kaca kamar asrama .

“Mati Aku”’,..

Gumamku , dengan nada yang kaget ku gosok mataku perlahan kubuka mataku lalu kucoba memutarkan kepalaku kesebelah tempat tidurku . Ternyata semua sudah tak Nampak lagi batang hidungnya .

“Teng…teng….””lonceng sekolah sudah mulai berbunyi yang artinya jam belajar di sekolah sudah di mulai , sementara “Aku , masih berdandan di depan kaca dengan sangat tergesa-gesa Aku menuju sekolah yang kebetulan sekoalahku tak jauh dari dari asrama dimana Aku tinggal.

Kali ini Aku benar-benar kena batunya, dan pasati Aku dimarahi oleh kepala sekolah ku ‘ yang terkenal kiler itu .”

Begitulah perasaan yang muncul dalam isi kepalaku .

Kucoba mengendap-ngendap menuju sekolah mengitari pagar sekolah yang di tumbuhi pagar bambu yang tumbuh subur.

“Semoga Aku tidak ketahuan Kalau ketahuan bisa Mapus neh…”;

“Selamat Pagi bram ?”, Kesiangan Ya?

Begitu terkejutnya aku , ketika kuliihat bapak Nurdin yang tak lain dan tak bukan kepala sekolahku sendiri ”;

“Pa…Pa….pagi Pak….”;.

“Bagus Ya “ sudah terlambat mau sembunyi lagi “, Ayo sekarang ikut bapak kekantor .?”

“mampuslah Aku”,,,Desahku dalam hati. Aku tak bisa lagi menghidar dari buruan kepala sekolah yang terkenal killer itu .

Yang sialnya lagi Aku di tertawakan Oleh teman-temanku , Aku jadi lebih malu terlebih oleh adik-adik kelasku.

“Anak-anak”…Sekalian Bapak membawa contoh seorang siswa yang tak perlu di contoh , “sudah kelas tiga dan tinggal di asrama masih terlambat ,”.”Bapak harap kalian semua jangan mencontoh tingkah lakunya!..”

“Hu…..hu…………” Teriak teman-temanku,”

Temanku semua menertawakanku Lututku terasa mau copot, maklum Aku menjadi tontonan oleh semua murid di sekolahku.

“Bram,,? “Bapak berharap ini untuk yang terakhir kalinya, dan jangan sampai kamu mengulangi kesalahan ini. Sekarang kamu boleh masuk kelas ..!”

“Iya …Pak””…

Aku tetap saja merasa kesal dengan ulah teman-temanku yang sudah tak membangunkan Aku.

“Awas kalian semua , tunggu pembalasanku”..Gumamku yang terus ku ucap berkali-kali.

Langkah kakiku semangkin cepat Aku khawartir di kelasku sudah ada guru “Hancurlah Aku hari ini”.

Tapi untunglah Guruku belum masuk kelas ,.

“Ha…..ha.., Jagoan kok bisa terlambat “ , Sahut salah satu temanku dari dalam kelas. Semua temanku memperolok-olokan Aku .

“Makanya ,”jangan suka ngerjain orang !..”

Tambah Obi , yang duduk sebangku denganku .

Aku masih saja terus mendekati bangkuku, dan hampir tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku.

Sampai menjelang istirahatpun aku masih terdiam penuh sesal ,Mungkin benar denga n apa yang di katakan oleh temanku ini , semua salahku juga .,

“Hey…. Bram ?’,Kok kayak ayam sakit sih .”Tiba-tiba ketenanganku terusik, Sesaat Aku melemparkan seyum malas ku,.

“Ah….gak Apa-apa ,Biasa aja lagi ,!,”
“Emang Kamu nggak kekantin?”Seraya dina duduk disampingku “

“Lagi malas nih …”

Jawabku.

“Malas, … apa malas ?,Udah jangan terlalu di pikirin ,Enjoy aja lagi !”

“siapa yang lagi mikirin “…..Enak aja,,,

Kelitku sambil ku mencoba bangkit dari tempat dudukku .

Suasana kelas yang sepi berubah menjadi sedikitb riang dengan hadirnya wanita tomboy itu(dina).

Maklum Dina itu wanita yang gayanya cendrung mirip dengan seorang laki-laki.,Rmbut pendek , Yang lebih Uniknya itu dia paling nggak suka pakai celana Rock,Tapi karena terpaksa dan diancam akan di keluarkan dari sekolah , Makanya dia enggak bisa ngebantah aturan sekolah.

Dia emang aneh .Walaupun begitu dia teman wanita yang paling baik dimataku. Dia suka bela’in dan selalu saja ngasih motivasi kepadaku jika aku mendapat masalah.Makanya aku merasa kehilagan kalau seorang dina tidak masuk sekolah sehari saja.

“Bi ..Mau iku enggak ?” sambil kulangkahkan kakiku menghampirinya .

“Ikut , ikut kemana sih ?…”kayak penting banget “,

“Kerental Komputer”;

“Aduh sorry frends,. Aku udah ada janji neh.”Sorry ya?,,”

“Hu…dasar payah “ kulihat dia lari menuju kelas dua , nampaknya dia sedang menunggu seseorang .Tak lama dari itu Kulihat seorang wanita berambut ikal menghampirinya.

“wajar aja dia nggak mau ikut , Biasanya langsuung Oke “Cinta-cinta ……”;

Rutukku dalam hati, Sambil tertawa kecil,.

“Bram…..Tunggu aku……?

Di kejauhan Kulihat dina berlari –lari mendekati aku.,

“Eh kamu lagi, Ada apaan sih teriak-teriak kayak orang mabuk aja!” .Sambil kuhentikan sejenak langkahku.

“He… Enak aja , Aku Cuma mau Tanya boleh nggak hari minggu nati aku sama kamu?”

“Maksudmu kerental computer ?’

“ya, iyalah , Sekalian ngelihat tugas punya mu…he….he….”

“Dasar malas,,,”.

“Enak aja,”

AKu dan dia terus saja saling memperolok-olokan, Sesekali Aku tertawa dan dia cemberut kadang-kadang malah sebaliknya.Begitulah aku dan dia bila bertemu seperti Tom and Jerry dan kadang pula s seperti sedang menjalin kasih selayaknya dua psang kekasih . seperti yang di kira banyak teman-temanku di sekolah.Entahlah aku tak pernah tahu tentang perasaanku terhadap dia

“Bram ,..yang bener dong nyanyinya !, Dari tadi kok salah terus”,

Gitaris bandku sepertinya mulai marah kepadaku

“Sory ., Ri, “

“Ayo,!..kita terusin”. Bujuk sang drummer bandku.

“Iya nih, Aku udah panas nih megang Bas, “.Lagi –lagi Hendra kelihtannya sudah mulai kesal mengiringi laguku yang selalu salah.

Suara drum mulai menggema lengkingan gitar menyeruak di udara. Tiba-tiba saja nada laguku tak sesuai dengan iringan musik.

“Gimana sih bram?, kayaknya hari ini kamu salah terus nyanyinya, Emangnya ada Apa sih?,.”

Nada kesal yang memuncak rupanya keluar juga dari mulut Ari.

“Kalau Gitu kita break aja latihannya !, Lagian percuma , Kalau di lanjutin Tetep aja nggak bakalan maksimal “.Sahut sang basist.

Bener –bener kacau latihanku hari ini ,Entah Apa yang membuat aku merasa ada sesuatu yang kurang .

Ku lirik kearah kelasku ,Sepertinya tak ada semangat yang kudapat .Kuayunkan langkah kakiku menghampiri gadis berambut panjang yang tak lain Elisa, yang juga masih teman sekelasku sekaligus teman sekamar Dina di asrama sekolah.

“Lis..”., Begitulah aku memanggilnya.

“Boleh engak aku Tanya Sama kamu ?”

“Boleh “, Emangnya Ada apa ya ?’, Rupanya dia sedikit agak bingung mendengar pertanyaanku yang sedikit serius.

“Soal dina”, kataku sambil duduk disebelah Elisa.

“Emangnya ada apa sih sama Dina? ,Ngomong dong jangan buat orang jadi bingung ,”.

“OKe…..oke,.” Sambil kulanjutkan ucapan ku .

“Kalu boleh tahu dina kemana , ya..? , Kayaknya hari ini dia enggak kelihatan ,”

“Oh….. Jadi Cuma itu “ ,.Sambil mengagnguk-anggukan kepalanya.

“Kangen ya?” Tanyanya lagi padaku.

“Enak Aja ,..Aku Cuma pengen tahu aja kok,”.

Aku sedikit nervous,Entah kenapa perasaan itu muncul pada saat Elis bertanya seperti itu kepadaku , Padahal selama ini biasa-biasa saja. Sungguh Aneh !, Apa mungkin aku…..

“He….y,!!, Kok malah jadi bengong sih ?”Udah jangan di pikirin entar juga dia balik lagi kok “,

“Balik lagi?, Maksud kamu apa sih?.” Aku sedikit jadi bingung dengan ucapan Elisa.

“Iya,..Kan, kemarin Dina minta izin pulang kerumahnya”,janjinya sih Cuma tiga hari .

Emang kamu nggak tahu?”,

“Enggak tuh,.. Dia enggak pernah cerita kalu dia mau pulang kerumah”..

Ku tundukan kepalaku sambil ku usap raut wajahku.

“Bram !!! Aku pergi dulu , Biasa Mesti latihan nari…..oke?”

“Hei….Lis tunggu !!! Dulu?”

Panggilanku nampaknya tak dihiraukannya. Dia terus saja berlari menjahuiku menuju sanggar tempat latihan menari.

“Dina,..dina, kenapa kamu nggak cerita sama aku , Kalau kamu mau pulang kerumah”.

Eh tapi kenapa aku jadi mikirin dia sih, Emangnya dia siapanya Aku sih?”,dia kan Cuma teman , Tapi kok aku jadi kangen gitu sih..?”

“Ah ..Masa bodoh lah….”.Hari ini perasaanku jadi tak karuan .dan yang jelas rasa bimbang tiba-tiba menghantui ku.

Tetesan demi tetesan air hujan masih terus turun dari balik langit yang Nampak muram,Aku masih Duduk-duduk ditengah ruang tunggu asrama ,Lamunanku semakin jauh menerwang di alam hayalan.”coba kalau ada dia ,Pasti aku nggak sepi kayak gini “. Hatiku terus dan terus meratapi sepinya minggu pagi itu . Sesekali kutatap Asrama Putri ,Dan sesekali pula kuarahkan sorot mata ku kearah lapangan basket,.Terkadang aku tersenyum kecil bila aku teringat gaya Dina yang selalu riang itu.

“Hey…..Fernds!.,,,udah jangan ngelamun entar juga dia balik lagi kok “, yakin deh sama aku”?”.

Seketika itu Obi duduk di sampingku sambil menepuk bahuku.

“Apaan sih… maksud mu,”Kok ngomongnya kaya gitu?”..

“Udah deh nggak usah bohong pasti kamu sedang jatuh cinta kan..?”Sedikit meledek, sambil Menatapku.

“Enggak ,Ah…biasa aja lagi”.,

“Udah bram!” jangan di pendam terus, entar kamu sendiri loh yang nyesel,..Mendingan kamu ungkapin aja tentang perasaan kamu ke dia ,OKe!!”

Tak lama ia berkata, ia pun langsung pergi

“Oke..Bram!! Aku ada janji nih “.

Aku hanya diam dan menganggukan kepalaku.

Aku diam bukan berarti aku sedang malas bicara ,Tapi aku sedang memikirkan perkataan yang di ucapkan oleh salah satu temanku itu.

“Bener juga , Apa yang dikatakan si Obi,”

Tiba-tiba rasa dalam hatiku merasa yakin kalau aku benar-benar jatuh hati pada Dina .“Tapi Gimana Caranya.

“Uc apkan salam !!!”……..

“Selamat siang pak ?’……Ucapan salam itu menandakan Berakhirnya pelajaran hari itu .Seseakli Aku melirik kesamping yang sedikit terhalang oleh tubuh –tubuh berbaju putih.

Jatungku berdebar kencang.Ketika Dia mebalas tatapan mataku , Aku memalingkan tatapanku seperti orang yang bingung .Kuangkat tasku lalu ku ayunkan kakiku menuju luar kelas.

“ Hai….Bram Apa kabar”

“ Eh kamu din ! …Baik-baik aja . Kamu sendiri gimana?”

“Ya seperti yang kamu lihat sekarang , Aku juga baik-baik aja .”

Jantungku berdetak lebih kencang lagi. Ya tuhan kenapa aku jadi begini , Padahal sebelumnya Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini “ . Gumamku dalam hati

“Oh ya bram , kata Elis Hari sabtu kamu nanya’in aku ,Emangnya Ada apa sih?”

“Ah enggak Ada Apa-apa “..Jawabku dengan cepat.

“Aku tau kok kenapa kamu nanyain Aku ?”Pasti kamu kangen sama Aku ?”

“Jangan Geer dech kamu .,ngapain aku kangen sama kamu,”

“Ha…..ha …,Sory Cuma becanda”, Lagian kamu jadi kaya orang aneh gitu sih …”

“Barngkali itu perasaa kamu aja..”,Sambil kulangkahkan kakiku dengan pasti .

Sebenarnya apa yang dikatkannya memang benar Tapi aku malah berbohong pada perasaanku sendiri,

“Dasar bodoh , Desahku , dalam hati.

“Sampai ketemu besok ya bram?”…,

“Iya din …! ,Jangan lupa bawa ya tugas matematika yang di ketik minggu kemarin ,OKe..?”

“Oke itu pasti …coy…”.Sambil melambaikan tangannya .,

Perlahan kuangkat dan balas lambaian tangannya .

Semoga kau tahu tentang perasaanku padamu din” .Desahku dalam hati,

Sambil kulanjutkan langkah kakiku. Suara hatiku memanggil begitu dalam sampai-sampai hanya aku sendiri yang tahu. Begitulah perasaanku saat itu.

“Besok Aku harus bisa menyatakan perasaanku pada Dina ,Pokoknya Aku harus Bisa ,”

Hatiku terus dan terus memaksa Aku untuk yakin dan bisa untuk menyatakannya,

“Eh….. Iya tapi gimana Caranya ya ?”…..Lagi-lagi aku termenung.

“Oh ya,,,,,Aku baru ingat, Tulis surat lalu kukirim melalui Elis biar aja dia yang nyampein “.Tiba-tiba saja Ide itu muncul tanpa kusadari sebelumnya .walau idenya terlalu pengecut tapi kurasa inilah yang terbaik buat aku menentukan sikap.

Senja semakin mendekat gealap mulai merayap di ujung-ujung teras bercahaya Aku masih memegang Erat Bukuku.

Perlahan tapi pasti kulangkahkan kakiku mendekati Elis, yang kebetulan dia sedng duduk ditaman sekolah hampir satu minggu aku mencari kesempatan untuk bisa memberikan surat pada Elis .

“Hey….!!!Lis lagi ngapain? “sambil ku duduk di dekatnya .

“Eh,…kamu bram”,biasa nih lagi nyari angin “.

Pusing nih sama matematika?”

Tangannya memmijat-mijat dahiya.

“Jadi cerintanya aku nganggu nih ?”,

“Oh …Nggak….enggak Ganggu kok”,Malah aku seneng jadi ada teman ngobrol”

“Emang dina Nggak bareng Sama kamu ?”.Tambahku pada Elisa.

“Tadi sih bareng, Tapi aku lagi enggak Mood nih…makanya dia pergi sendirian nggak tahu kemana ,Aku sendiri di tinggalin sama dia”,

“Sebenarnya gini Lis….aku mau minta tolong sama kamu tolong ?’ belum selesai aku bicara Tiba-tiba elis memotong ucapanku .

“Tolong Apa ya”?, Kayanya penting banget.”

Kulihat wajahnya agak sedikit heran Menatapku, .

“Gini lis ,,,,,”Ku coba melanjutkan maksud dan tujuanku itu.

“sebenarnya aku tuh udah nyimpan surat ini ,.”Sambil kutunjukan surat dari balik buku ku .

“tapi aku malu kalau Langsung AKu kasih sama orangnya.”

“”Maksud kamu nih Apa sih Bram Dari tadi muter-muter terus? ,,”Ayo dong ngomong yang bener !!”

“Oke…..Oke…..”.Aku mencoba melanjutkan ucapanku yang sempat terpotong-potong.

“Kalu boleh jujur Lis ,aku tuh udah jatuh hati Sama Dina, Boleh dibilang sayang sama dia.”..

“Apa…….?,,,,.Kulihat Elisa Nampak seperti orang tak percaya dengan ucapanku .seraya megeluarkan kata-kata dengan terbata-bata.

“Ta….ta…pi”,

“Tapi kenapa lis ?” emang Dia udah punya pacar?….”” .Sambungku

“Ya Nggak Gitu , Cuma Aku Nggak nyangka Kamu suka sama Dia “,,,

“Terus aku Salah ya suka sama Dina?” Aku sedikit agak kesal dengan ucapan elis yang menganggapku seperti orang yang sedang berbicara bohong.

“Jadi kamu nggak mau nolong Aku nih?”. Aku mencoba kembali ketopik pembicaraanku

“Oke…deh bram Aku mau tolong kamu .Tapi soal hasilnya kayak Gimana, AKu enggak bisa Jamin, OKe ?”””,Yang jelas Aku Cuma ngsih surat nih Ke Dina “,

“Pasti dong itu semua kan udah jadi resiko aku kan?”.jawabku pada Elisa.

Sejenak aku terdiam ,Terpikir dalam benakku kenapa Elis Jadi sock begitu ketika aku mengutarakan isi hatiku.

Atau elisa Cuma menyangka kalau aku Cuma bercanda atau memang Dina Udah punya pacar lain, Tapi setahuku enggak ada tuh Laki-laki yang dekat dengan dina “,,,ah….Masa bodoh Apapun hasilnya , yang jelas Aku sudah Jujur dengan diriku sendiri.

Hampir tiga hari ini Aku merasa tak tenang rasa takut mulai datang menghantuiku. Aku mersa tindakan yang kulakukan itu Salah . tapi percuma semua itu telah terjadi . Anehnya lagi kulihat E lisa dan Dina jadi kelihatan tak akrab seperti biasanya. Melihat hal ini aku jadi tambah bingung dibuatnya.

Hari sabtu sore tepatnya setelah aku latihan Band , Aku mencooba memberanikan diri menghampiri Dina tentunya Aku ingin tahu apa jawaban atas surat ku itu.0

“Met …..Sore ….Din!….Boleh aku duduk disini.?””,

“Boleh Duduk Aja ,”

Din E… Aku …..”,.Dina memotog kata-kataku.

“Aku udah tahu Bram , Apa yang kan kamu katakan Pasti soal surat itu kan ?”….”

“Iya din ,..Aku Cuma …….Lagi……lagi,,”,

“Bram AKu Cuma mau Tanya sama kamu !…”

“Tanya soal apa?”,,,,potongku dengan cepat.

“Seandainya kamu tahu soal aku apakah kamu tetap mau jadi pacar aku?”,

Kulihat wajahnya menjadi sayu. Dari pelipis matanya nampak air mata mulai mengalir aku sendiri jadi bingung.

“Lho kok kamu bicara seperti itu , terus terang Din aku tulus kok mencintaimu !”,.Ku coba menghapus air matanya sambil menenangkannya .

“Pasti kamu nggak bisa “…. Kali ini dia terisak-isak dan air matanya terus mengalir .

“Din kamu kok jadi nangis gini sih ,Memangnya ada apa sih …….jelasin dong sama aku .!”.

“Sudahlah bram “,…..dia berdiri sambil menyeka air matanya dan berlari menuju asrama .

“Din tunggu aku din…..!!!,teriakku ,

Aku jadi tambah bingung aku hanya bisa diam sambil kutarik napas dalam-dalam.

“kenapa jadi begini, malah jadi tambah rumit “,

Kalau dia nggak suka sama aku kenapa dia menangis ,kalu suka juga kenapa dai pergi pasti ada sesuatu yang disembunyikan dariku.

“Lalu Apa ..?”

“B ram!….”tunggu bram”…! Obi berlari mendekati ku,

“Ada apa Bi “…..tanyaku sedikit penasaran ,

“ini Bram tadi ada orang tuanya Dina “,

“Terus,?”,tanya kulagi .

“Ya,….Terus dia ngasih surat buat kamu !.Katanya sih penting. Terus kalau kamu udah tahu isi dari surat ini tolong di rahasiakan !”,

“Kok …Gitu sih Bi ?”.

Rasa penasaranku bertambah jadi .

“pokoknya begitu dech”,.

“yang penting sekarang kamu baca terus artiin sendiri apa maksud dari surat itu,Bereskan!”,.Sambil mengangkat tangannya memeragakan kata-katanya.

“Tapi Bi ?”,.

“Udah baca sana !”.Aku mau pergi lagi nih , masih banyak urusan “>

Kulihat di pergi meninggalkan aku .

Ku percepat langkahku menuju asrama .ingin rasanya Aku segera membaca surat yang nampaknya penting bagiku , karena hampir seminggu dina tak pernah masuk sekolah begitu juga dengan Elis yang selalu murung di kamar asramanya .

Tasku langsung kulempar diatas tempat tidurku ,

Perlahan kurebahkan badanku di atas tempat tidurku,Perlahan ku buka surat itu lalu kubaca

Sekayu , 24 februari 2005

Halo….bram,
Apa kabarmu sekarang”
Kuharap kamu dalam keadaan yang baik .”
Bram aku langsung jelasin aja soal kenapa aku menangis waktu kamu nanya soal perasaan kamu ke aku.
Bram semenjak aku terima surat dari kamu aku mulai merasa takut denagn keadaanku ,
Bram !, Aku bukan enggak suka sama kamu dan nggak mau menerima cinta yang kamu bawa, Aku tahu cinta yang kamu bawa tulus ,Bram.
Tapi perasaan dan jiwa kita sama Bram.
Aku nggak bisa terima kamu,karena aku sudah mencintai orang lain ,yang tidak lain teman sekamarku sendiri yaitu”Elisa”.Mungkin sedikit aneh kedengarannya tapi Begitulah Aku.
Bram! , kenytaan ini pasti mengecewakan kamu, yang selama ini menganggapku yang terbaik ,Tapi malah sebaliknya, Aku tak lebih seorang yang tak patut di cintai dan di sayangi, aku hanya seorang Gay(Lesbian).”Bram!, ini bukan mauku tapi mungkin inilah jalan hidupku .Walau bagaimanapun,Aku harus tetap menjalani ini .
Bram”! sekali lagi aku mohon padamu maafkanlah aku yang sudah membuatmu benci dan kecewa atas penjelsanku.
Salam maniez dari sahabatmu.

Dina Febriyanti

Oh ya tuhan mengapa semua ini bisa terjadi “. Seasalku dalam hati Air mataku tak kuat lagi kutahan kubiarkan air mataku menetes membasahi pipiku .

Seharusnya ini tak akan pernah terjadi bila saja tak pernah kuungkapkan rasa yang ada di hatiku.”

“Din maafkan Aku yang sudah membuatmu harus kehilangan segalanya”.Meski aku tahu itu salah, tapi akupun yakin ini bukan maumu ,

“Din seandainya aku bisa bertemu denganmu ingin rasanya aku memohon maaf padamu”

Tapi apakah mungkin saat-saat itu bisa terjadi”.

Satu hal yang perlu kau tahu “ kau tetaplah yang terbaik dalam hidupku dan akan tetap tersimpan rapi dalam hatiku”

Maafkan aku Din………”

Setelah surat itu kuterima ,sejak itu pula aku tak pernah lagi bertemu dengan dina,.Karena rasa malu Elisa pun turut pindah ke sekolah lain, dan sampai saat ini aku tak tahu dimana sahabat terbaiku berada .Ya tuhan semoga kau ubah jalan nya dan kembali kepadamu .Mungkin hanya doa dan doalah yang bisa kualakukan.Saat ini aku hanya bisa bersyukur yang tak terhingga kepada tuhan yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani kepdaku.

THE END

Cerpen selanjutnya akan di rilis :

”Kado buat Satria

“Bukan mentari itu..”

“Sepintas waktu”

“Kuda hitam”(novel bersambung)

2 responses to “Terhalang rasa(cerpen)

  1. Nuni Yusvavera April 23, 2008 pukul 3:28 am

    Friends..
    vei kangen banget ma loe.cerpen loe ksh nyata ya?tp vei g bs tbak sp dina,krna stwu vei,dina is my friends n dina febriyanti isn’t lesbian…

  2. admin April 26, 2008 pukul 7:23 am

    Buat vera dina itu emnag nama yang bukan sebenarnya dan kalau memang ada yang tersinggung mohon maaf ya

    dari
    PEMILIK WEB
    Rahmattullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: