“Juli” Di Bulan Juni(cerpen)

By:jombi_par@yahoo.com

Empat tahun sudah Julia mengarungi biduk rumah tangga bersama suaminya ,Julia selalu bersukur atas nikmat yang di berikan kepadanya.

Zainal firmansyah merasa dirinya beruntung mendapat seorang istri sesolehah Julia Ayu Rahmah,Tak sedikitpun rasa cinta dan kasih sayangnya luntur terhadapnya, kebahgian ini menjadi lebih sempurna ketika hadirnya buah hati mereka , Devi rahmani marsa,

Selama putrinya beranjak dewasa selama itu pula Julia tak pernah bersilaturahmi kepada kedua orang tuanya .Sesekali Julia pun menghubungi kedua orang tuanya melalui handphone, rasa rindupun agak sedikit terobati.

Ass. Julia ibu kangen sama kamu kapan kamu mau pulang ,

ibu dah kangen sama devi ..

salam kangen ya buat devi….

wr.wb

Julia sedikit tertegun dengan sms yang baru saja dia terima ,dari dalam kamar terlihat devi berlari-lari kecil mendekati ibunya. Dengan terbata–bata dan tingkah kecilnya yang menggemaskan ,membuat Julia tersenyum kecil menatapnya.

“Sayang …..tadi eyang titip salam buat kamu ,katanya eyang kangen sama kamu”.

dengan cepat devi pun memeluk erat ibunya

“Eh…pelan-pelan sayang…..”.

Tangan devi langsung saja meraih telepon genggam milik ibunya., di lihat isi sms yang di terima ibunya, ya maklum anak kecil rasa penasaran lebih besar daripada pengetahuannya.

Terlihat raut wajah Julia terlihat agak sedikit dipaksakan untuk tertawa kecil bersama buah hatinya..

“Mah ….,kelihatannya mamah akhir-akhir ini lebih banyak diam ,seperti ada masalah..

Emangnya ada apa sih..mah “.zainal beranjak dari kursi tempat dia duduk sambil mengantungkan bajunya di dalam lemarinya ,

“Oh ….ya …..devi dah tidur ya…?”,lanjut zainal pada Julia,

“Udah ….mas…”,.tak lama dia pun melanjutkan kata-katanya.

“Mas , ada sesuatu yang ingin aku bicarakan….”,. belum sudah apa yang akan di katakan oleh julia , dengn kata –kata yang halus penuh kasih sayang zainal pun segera memotong kata –kata istrinya tersebut.

“Cerita aja ..Mah ,mungkin aku bisa Bantu , lagian aku paling enggak bisa melihat mamah banyak melamun”.

“Tapi mas……aku takut mas enggak setuju dengan keinginanku”,.Dengan prilaku yang lembutnya zinal mencoba duduk disamping istrinya sambil mencoba mencari solusi atas kegundahan yang di alami Julia sang istri tercinta.

“Udahlah, mah cerita aja ….enggak baik kalau ada masalah di tanggung sendiri”.

Perkataan zainal yang lembut penuh kasih sayang ini memberikan angin surga bagi Julia.

“Mas kemarin pagi aku dapat sms dari mamah di jogya ,katanya mamah kangen sama devi”.

Kata –kata Julia memang sedikit aneh karena sebenarnya bukan hanya ibunya yang rindu dengan cucunya, tapi Julia pun sebenarya rindu dengan ibunya. Ya itulah Julia sang istri yang selalu takut dengan sang suaminya tercinta, walaupun sebenarnya zainal tidak pernah membatasi hak istrinya.

Mungkin karena ke solehan Julia ini membuat zainal merasa beruntung memiliki istri seperti Julia.

Tanpa harus mendengar semua kegundahan sang istri, dengan cepat zainal pun mampu membaca apa yang menjadi keinginan Julia.

“Nah …kalau begitukan aku jadi tahu apa masalah kamu. Terus kamu udah pesan tiket ?”,

“Belum sih mas , soalnya aku takut mas enggak ngijinin Aku”. Jawab Julia dengan sedikit manja,

“Julia….julia…..Aku kan suami kamu. kalau memang itu bisa membuat istriku bisa tersenyum bahagia kenapa Aku mesti melarangnya..?”,.sambil menggeleng-gelengkan kepalanya zainal tesenyum melihat sikap istrinya itu. Dia pun melanjutkan kata-katanya,

“Oh ya, sebenarnya Aku juga udah lama enggak bertemu dengan ibu, tapi mau gimana di kantor pekerjaanku sangat banyak ,Kamu enggak marah kan , kalau Aku enggak bisa ikut ?”.

Sambung zainal sambil membelai Julia,

“Aku ngerti kok mas , dan lagian salah ku juga terlalu mendadak mengutarakan kenginanku ini.”,

“Udah lah,sayang ..jangan suka nyalahin diri sendiri terus, Enggak baik”,.bujuk zainal pada istrinya

“Kalau gitu , demi istriku tercinta .Malam ini juga aku pesanin tiketnya,…..Oke!!!!”. zainal pun beranjak mengapai laptop di atas meja kerjanya yang kebetulan tak begitu jauh dari tempat tidurnya .

Di jaman serba canggih ini ,pembelian tiket bukanlah perkara yang terlalu sulit. Hanya tinggal duduk di depan komputer maka transaksi pun berjalan asal saja ada fasiltasnya.

Zainal pun memesan tiket pesawat untuk istrinya dengan tujuan penerbangan yogyakarta.

Dalam hitungan menit zainal sudah kembali ketempat tidur .

“Nah sekarang kamu istirahat aja ,Soalnya besok kamu harus keyogyakarta ,Mungkin besok Aku hanya bisa mengantar sampai bandara aja”.Ucap zaianal pada Julia.

“Ma kasih ya…Mas “.

Seketika itu wajah Julia berubah menjadi penuh semangat ,sikap manjanyapun sempat di tunjukan pada suaminya. Seakan-akan mengingatkan mereka pada masa lalu dimana pada saat mereka bertemu pertama kali.

Canda gurau pun terdengar di keheningan malam menjelang sang malam berjalan menyisir didaunan Menenangkan badan-badan yang kelelahan di sepanjang siang.

Perjalanan menuju bandara polonia medan memang sedikit melelahkan .tapi tidak bagi Julia justru perjalanan menjadi tak terasa ketika yang duduk di sampingnya adalah suaminya tercinta ,perlahan tapi pasti mobil yang di kendarai oeh zainal pun terus meluncur menuju bandara polonia medan.

Kendaraan sedikit merayap ketika masuk menuju terminal bandara ,akan tetapi zainal sudah memprediksi makanya dia memesan tiket untuk penerbangan siang jadi mereka bisa lebih santai tidak harus merasa di kejar-kejar waktu. Hal ini bisa maklum bulan juni merupakan bulan libur bagi para mereka yang menuntut ilmu ,tentunya kebanyakan mereka tidak menyia-nyiakan liburan tersebut.

“No penerbangan GA-2356 ZA dengan tujuan yogyakarta akan segera lepas landas”, Suara yang terdengar itu membangkit kan Julia dan devi dari kursi yang tmereka duduki di terminal satubandara .Suara mesin burung besi pun turut meriuhkan Susana bandara disiang hari yang sedikit panas itu,.

“Mah , salam buat ibu dan ayah , dan jangan lupa sampaikan permohonan maaf Aku karena udah biarkan Anaknya pergi sendiri”.

“InsyaAllaah nanti saya sampaikan mas,..Mas juga hati-hati ya?”

“Oh ya , Aku hampir lupa ,”. Sahut zainal Sambil mengeluarkan sesuatu dari dompetnya dan seraya melanjutkan ucapannya.

“Mah , mamah pake aja dulu kartu keredit buat jaga-jaga ,Nanti kalau udah sampe jangan lupa kasih kabar ,.”

“Iya Mas …..”.

Sikecil mungilpun mencium pipi ayahnya ketika tangannya melepas dari pelukan ayahnya itu.

“Sayang…..jangan nakal ya…”.pesan zainal sedikit berbisik pada putrinya tercinta itu, tak lama kemudian Julia dan putrinya melangkahkan kakinya menuju pesawat yang akan membawanya ke yogyakarta .Tak lupa zainal pun melambaikan tangannya kearah Julia dan putrinya devipun membalas lambaian tangan yang di berikan ayahnya tersebut.

“Kepada semua penumpang untuk segera memasang sabuk pengaman”,.perintah salah satu paramugari di pesawat tersebut.

Devi pun memejamkan matanya,Badannya mendekap keras di pelukan ibunya dan terasa mata juliapun perlahan merapat tenang.suasana dalam pesawatpun sedikit tenang ketika pesawat itu meninggalkan bandara polonia medan,.

“Emba….emba… bangun mbak.”.Terlihat seorang lelaki bertubuh besar dan berjanggut tebal itu mencoba membangunkan Julia yang tertidur sejak lepas landas dari bandara Polonia medan.

Diantara sadar dan tidak juliapun segera merespon lelalaki berketurunan arab itu,

“Oh….Oh…..iya .Udah sampai ya Mas ?,syukuralah kalau udah sampai.”.

Lelaki itu tersenyum dengan ucapan Julia yang mengira dirinya telah turun di bandara adi sucipto jogyakarta.

“Maaf Emba kita baru sampe Jakarta , ..”. sahut lelalaki itu sambil menggendong tas kepundaknya.

“Mas..tunggu mas !!! ,…..”. sambil menggendong buah hatinya juliapun mencoba bertanya lagi.

“Kenapa pesawat ini jadi mendarat di Jakarta Mas”.,,,

“Sebaiknya emba turun aja dulu nanti saya jelaskan.!”.Ajak lelalaki bertubuh besar itu

Tanpa berpikir ,panjang Julia pun segera mengikuti lelaki itu turun dari pesawat

Setelah duduk di bangku tempat penumpang lelaki itu pun segera menjelaskan keadaan yang terjadi ketika Julia tertidur di dalam pesawat.

“Oh..ya tadi saya janji mau jelasin soal kejadian yang baru saja di alami pesawat kiat”.tanya lealki itu sambil meneguk sebuah miniman dari tangannya.

“Memangnya ada …Apa ya Mas?”.julia menjadi tambah penasaran denagn kejadian yang tak sempat dia rasakan.

“Setelah kita lepas landas dari medan peawat kita sempat kehilangan kontak ,dengan bandara di tambah jarak pandang yang bermasalah …” .jelas lelaki itu, sejenak dia pun berhenti tak lama kemudian dia pun segera melanjutkan kata-katanya.

“Karena takut terjadi apa-apa makanya sang Pilot memutuskan untuk transit dulu di jakarta”.

“Oh ya …..kalau boleh tahu namanya siapa ?”.tannya lelaki itu sambil mengulurkan tangannya

“Julia Mas, tapi orang suka panggil saya dengan panggilan Juli”,.

“Senang bisa berkenalan dengan embak. Oh ya itu putrinya?”. Sambil tangannya memebelai dahi devi yang sejak tadi tetidur pulas.

“Cantik ya……”.puji lelaki itu .”

“Terima kasih Mas, Oh ya jadi kita nuggu di bandara ini “.

“Ya gitulah emba….”.Tukas lelalaki itu sedikit mendesah

Mendengar penjelasan lelalki itu Julia jadi sedikit gelisah , seharusnya dia sudah ampai di rumah ibunya tapi sampai menjelang sore dia masih duduk—duduk di ruang tunggu penumpang ,

Sementara itu devipun terbangun dari tidurnya .

Matanya nampak sayu dan sedikit bingung dengan keadaan sekitarnya yang sedikit berbeda dengan biasa yang dia lihat.seakan-akan devipun bertanya pada Julia

“Bunda kita berada dimana” .Devi hanyalah balita yang hanya bisa mengunkapakan perasaannya melalui expresi tubuhnya.

Adzan magribpun berlalu terllihat lelaki itu menunaikan shalat magrib.sementara Julia hanya bisa menyaksikan walaupun dalam hati ini merasa berdosa karena tak menyipakn kain untuk shalat, karena menurut perhitungannya sebelum waktu Ashar dia sudah sampai di rumah ibunya.

Tapi itulah manusia hanya bisa berecana tanpa bisa memastikan dengan apa yang akan terjadi.

Lelaki yang tak dikenal oleh Julia itu kembali lagi menghampiri Julia,dengan suara bijaknya lelaki itu pun menyindir Julia”

“Maaf Mbak !!.Tidak mengambil Air wudlu….Untuk sementara putri Embak biar saya jagain dulu”.

“Terima kasih Mas atas tawaranya ,Kebetulan saya lagi berhalangan Mas “.

Sebenarnya Julia tidak mau berbohong tapi tak ada alasan yang paling tepat selain alasan tersebut.

“Oh kalau gitu saya minta maaf atas kelancangan saya embak…… “.Sahut lelaki itu.

Terlihat wajahnya menampakan exspresi penyesalaan ….dengan cepat juliapun berkomentar.

“Oh justru saya merasa senang masih ada yang mengingatkan saya mengenai hal tersebut ”.

Hari semakin malam sementara pesawat yang membawa julia dan penumpang yang lain menuju yogya masih saja belum berangkat .

Julia semakin lama semakin akrab saja dengan lelalaki yang baru saja dia kenal itu ,pada akhirnya lelaki itupun memperkenalkan bahwa dirinya bernama Muhamad Zulfikar asal madura.

Kebetulan zulfikar baru saja menyelesaikan urusannya di kota medan, dan kini dia sibuk dengan organisasi yang sedang di jalani .Julia hanya mengenal zulfikar seorang pemuda yang ramah dan sopan terhadapnya.

Pukul 21.00 pesawat itu pun baru meluncur menuju yogyakarta,

Perasaan ingin segera sampai kekampung halamanya itu terlihat sekali dari raut wajahnya.

Wajahnya selalu terlihat gelisah dan duduknya pun seperti gelisah sementara putrinya devi hanya terdiam sesekali memegang boneka Barbie yang dia pegang. Sementara itu zulfikar tertidur di tempat duduknya yang bersebelahan dengan Julia beserta putrinya devi.

“Mas tolong antarkan Embak nih sampai kerumahnya, kasihan soalnya dia bawa putrinya”.

Pemuda yang tampan dan ramah ini, ternyata dia juga memiliki banyak relasi di kota gudek ini.

Terlihat bagaimana ketika dia turun dari pesawat langsung saja datang mobil Honda JAz yang datang menjemputnya.

“Embak…saya minta maaf saya enggak bisa antar embak sampai ketempat tujuan.Tapi mungkin Mas ini yang akan mengantarkan embak sampai kerumah embak”.

Lelaki yang betubuh tegap ini berkali-kali berpesan pada sang pengemudi untuk mengantarkan Julia hingga sampai kerumahnya.Julia sempat bingung dengan zulfikar yang begitu di hormati oleh si sopir.Rasa penasarannya tak sempat ia utarakan karena badan ini yang sudah terlalu lelah.

Yang jelas zulfikar adalah pemuda yang ramah ,sopan,tampan dan sederhana .itulah zulfikar yang di kenal oleh Julia ya walaupun hanya bebrapa saat saja.

“Justru malah sebaliknya, Saya yang harus banyak mengucapkan terimaksih kepada Mas “.

Sahut Julia, sesaat sebelum lelaki itu keluar dari mobilnya.

Tak lama dari itu Lelaki itupun keluar dari mobil sambil tak lupa berpesan pada si pengemudi untuk mengantarkan Julia sampai pada rumahnya.Setelah lelaki itu turun dari mobil , terlihat realasi-relasinya yang telah datang di hotel tersebut menyambut kedatangannya.

Suara mobil pun seketika itu menuggalkan hotel temapat zulfikar singgah sementara perjalanan Julia harus di tempuh kurang lebih satu setengah jam dari hotel yang sempat di lihat.

Malam semakin larut jam di Handpone menunjukan hamper tengah malam.

Cahaya lampu di jalan-jalan menghilangkan segala lelah yang menyerang Julia

Satu hari sudah julia berada di rumah ibunya waktu-waktu dilalui terasa lebih cepat .Terlebih ibunya yang selalu saja bergurau senda bersama cucunya devi.

Sebenarnya sempat terlintas di benak julia kalau dia telah meninggalkan suaminya,

Tapi berkali-kali zainal selalu memberitahukan kepada Julia untuk jangan memikirkan keadaannya karena dia percaya betul terhadap istrinya tersebut.

“Mas Aku udah kangen sama kamu, ternyata libur tanpa kamu kurang asyik juga”,

Desah Julia menjelang sore tiba ketika dia baru sehari di yogyakarta,belum selesai sudah dengan apa yang di pikirkan Julia ibunya memanggilnya dari ruang tamu

“Jul……coba kamu kesini dech …..”

Ibunya memanggil Julia seperti ada sesuatu.Julia teringat dengan putrinya devi yang terkadang suka berbuat diluar kontrolnya, kemudian dia pun beranjak menuju ruang tamu.

“Ada apa mah”..seraya mendekati ibunya yang sedang menonton televisi nampak di samping ibunya terlihat devi yang dari tadi terus saja mencuri perhatian neneknya.

“Itu coba kamu lihat berita di TV, katanya ada ledakan di hotel menteng Jakarta “.Ibu Julia mencoba menjelaskan yang baru saja dia lihat di televise.denagn penuh penasaran juliapun mnejadi semangat untuk menyaksikan berita di Televisi.tangannya segera meraih Remote control yang tergeletak di kursi ruang tamu.

“Ah yang bener sih mah,…….setahu Aku enggak ada apa-apa,.memang kejadian nya jam berapa mah?”.tanya Julia pada ibunya.

“Ibu kurang tahu…yang jelas pas malam kamu sampe disini”.

Juliapun segera memindahkan chanel TV nya ,

“Telah terjadi ledakan bom di hotel mariot Jakarta pada sabtu malam pukul 22.00 wib. di perkirakan puluhan orang terluka parah sementara korban tewas hingga saat baru 3 orang yang berhasil di evakuasi.

Semetara kepolisian masih menyelidiki kasus pengebomanini…”,

Begitulah isi salah satu berita di statsion televisi swasta , Pantas saja julia tak mendengar berita apapun ketika julia berada di bandara Jakarta .julia terbang terbang ke yogyakarta sekitar pukul 21.00 artinya kejadian ledakan tersebut ketika julia sedang berada di bandara adi sucipto yogyakarta.

Ah mungkin ini hanya kebetulan biasa lirih Julia dalam hati.Juliapun segera mematikan televisi itu dan kembali bercerita bersama ibuya yang di iringi tingkah laku devi yang terkadang menggemaskan dan terkadang pula membuat se isi rumah tertawa riang.

Bila di pagi hari Julia terbiasa mendengar suara ibunya yang membagunkan dirinya dari tidur malamnya.

Tapi kali ini suara itu sudah hilang, bukan hilang tanpa alasan karean saat itu sudah berlalu satu minggu yiang lalu.

Julia pun kini harus kemabli ke kehidupan asalnya yaitu mendapingi mendampingi

Sang suami tercinta.

Zainal suami juliapu sudah berangkat ,rumah yang lumayan luas itu hanya berisi dua orang saja.Bosanpun datang menyekap Julia di pagi hari .tentunya hal itu pun tak dia biarkan terus hinggap pada dirinya.

Entah angin apa yang memebawanya untuk menghidupkan televisi di ruang tamunya

Dilihatnya sebuah berita pagi di sebuah televisi yang memberitakan peledakan bom satu minggu yang lalu,tentunya saja Julia semakin semangat untuk menyaksikan tayangan tersebut.

“Kasus pemboman hotel mariot sabtu malam sekitar pukul 22.00 wib.mulai terkuak

Polisi menangkap Muhamad Zulfikar di kediamanya di Surabaya setelah tiga hari kejadian peledakan tersebut, Polisi menduga Muhamad zulfikar alias MZ merupakan salah satu peleku dalam kejadian tersebut“

Tentu saja julia terkejut dengan isi berita yang di lansir oleh salah satu televisi swasta tersebut.Terlebih ketika denagn secara jelas gamabra yang di tunjukan dalam pemberitaan itu memang benar-benar zulfikar yang di kenal julia swaktu dia berkunjung kerumah ibunya di yogyakarta.

“Enggak mungkin……..Pasti ini Cuma tuduhan belaka ,walupun aku kenal dia hanya beberapa jam saja Tapi aku yakin zulfikar bukan orang yang tega “.

Hati julia takjub tak percaya dengan apa yang baru saja di saksikan di televisi tersebut.

“Ya……Allah ,andai saja aku di berikan kesempatan, ingin rasanya aku bersaksi bahwa dia bukanlah seperti mereka kira….tapi apakah mungkin aku bisa….”.

Julia merasa simpati dengan keadaan yang sedang dialami zulfikar.

Ya bgitulah iklim sosial dan hukum di negri kita, tuduh sini tuduh sana padahal prilaku tersebut menunjukan ketidakberdayaan kita pada dunia lain.

Moga saja kita selalu berpikir positif tanpa harus berpikir negatif terhadap orang lain .

THE END

2 responses to ““Juli” Di Bulan Juni(cerpen)

  1. dhe_vie Mei 31, 2008 pukul 6:24 am

    cerpen u yang x ini, ga menarik.
    u bt konsep cerpen mo yg rda2 agamis,kocak pa yg kyk khpan shri2.
    bca nya bsen,u harus nambahin sentuhan lagi pd cerpen u…..

  2. nixcy Agustus 2, 2008 pukul 8:17 am

    woe… mau baca males… panjang amat… mang nggak da yang 2 baris gt he….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: