PUISIKU

Dan gelap itu datang

manakala cahaya mulai meredup dari balik tirai diding
seketika terasa hilang rasa lelah yang lama berdiri,
selangkah lalu meratap dibalik senyap,
menyapa malam yang hampir sirna,

langkah getir terbawa ke imajinasi yang berlalu,
seakan tak berhenti merangkul diri yang lugu,
mungkin hanya hanyal yang selalu datang menunggu,
segan rasanya untuk beranjak dan mengadu,

tak jua tirai  berkahir mnutup,
terus dan terus menyelimuti di tengah yang redup,
sebuah nyata yang tak mungkin lari begitu saja,
terasa sudah kenagan itu tak memudar,

berlalu begitu saja tanpa kesan dan suara,
seakan telah hilang untuk selamanya,
di mana batang akan bertegak dan jari  terus berdiri,
menatap secercah bayang dibalik tirai,

punjaga tua telah tiada seiring waktu bergulir,
dan waktu nampak berlalu dan terus mengalir,
hanya waktu yang lirih akan datang menjemput diri,
sampai waktu berheti diujung keringnya bumi…

Sedikit Berharap Pada tuan

Telah usang jalan di ujung mata ,hilang pula cerita kita,

bermuara dari satu insan berbeda, berbagi rasa terbuang sudah,

Melantun syair tak seindah dulu , melantun kata tak semanis madu,

siapa gerangan yang di tunggu di kejauhan terbagi luasnya lautan,

sebiduk tak sejalan searah tak pula serumah, terpaut sejarah yang lama di kenang

menjadi kekuatan meniti curamnya setiap jurang,

berlalulah daratan dan lautan muncul dan timbulah bebatuan,

Hati tak pernah tergoyah seperti badan tak kenal lelah,

secarik harapan diatas kertas, di rajut di sulam menjadi harapan,

Jika gerangan tuan sudi sedia mendengar galaunya duka,

sampaikan padanya badan ini tak dapat gairah jauh darinya.

Depok 15 Agustus 2008

Terbaring …………

Jika ada waktu untuk tersenyum maka sejenak berbaring badan ini,

Membiarkan hayal terbang bersama keindahan ,dan tawa mengiringinya .

Sesaat terdiam menatap langit yang mulai gelap,

Mentari berganti rupa menjelajahi waktu di unjung senja.

Tak ada tangis tak ada bahagia dimata ini,

Sebuah perjalanan bertaut berubah menjadi cerita,

Mencari jejak langkah yang telah lama sirna bersamanya,

Sepucuk kertas terikat keras di balik suara yang melemah.

Mencari jawabnya ketika hati menyepi lalu menyendiri karenanya.

Betapa tak ada artinya yang di cari telah menduakannya.

Berbaringlah badan ini menutup mata penuh air mata,

Menyelinap kebalik cerita lalu yang di nantinya ,

Tawanya berubah menjadi duka untuk selamanya.

Jika takdir dan atas nama-Nya ,

Maka biarkanlah badan merebah di balik bahagianya ,

Lalu biarkan jiwa ini tersenyum bahagia ,

Berbalik rasa dengan hati yang terluka ,

Sambil berucap dan berkata ..

Selamat jalan dan menempuh hidup bahgia

 

 

Depok , 12 Mei 08

 

Jombi_par@yahoo.co

 

Masih dijanjiku

Buih yang beriring di atas gelombang samudra bercerita padaku

Mengapa aku selalu menanti sesuatu yang tak menentu ?,

Itulah Aku ,tak semuanya harus bisa diterima dengan nyata ,

Biarkan badan ini hanya menanti sesuatu yang tak pasti,

Mengiringi cerita yang terus diukir dalam relung hati .

Kau begitu gila tak pernah mengerti….?”

Memang kubiarkan diri ini untuk tak mengerti ,

Setiap perjalanan ini penuh dengan misteri ,

Terkadang membuat diri ini selalu iri , janji adalah bukti yang selalu membisik kedalam diri ini,..

Dia disebrang yang berjauhan tak merendahkan jaji yang pernah terikrar,

Biar banyak insan tentang jarak kita maka semakin nyata janji kita,

Janji ini adalah sumpah yang mendarah .

Terukir rapi dintara guratan nadi setiap garisnya,

Terukir jelas nama yang indah di antaranya ,

Dan kini dia datang terang untuk menantinya dan

Keyakinan itu membuat diri ini semakin teguh untuk terus berlari ,

Mencari mimpi dan menggapai sesuatu yang telah lama ini di cari ,

Dengarlah mentari janjiku tak terbatas waktu ,

Janjiku akan terus menjadi api membara dalam hati ,

Menjadi bara yang terus abadi dalam jiwa ini ,

Sampai akhirnya ikatan itu terjalin erat sampai sang ilahi memanggil diri ini.

 

Depok 14 Mei 08

Jombi_par@yahoo.com

Kenangan yang terbuang

 

Teriak jiwa yang mati tiada arti

Manambah luka yang terjadi dalam hati

Mengejar kata demi kata ditengah jalan berduri

Hayal tak kunjung pudar sirna dan pergi

 

Meratapi sampai kesebrang lautan

Singgasana tak lagi bisa di pandang

Mimpi dan risaulah menjadi perhiasan

Di tengah hausnya dalam perjalanan

Mngubur perlahan dalam-dalam

Tak bisa dan tetap tak terlupakan

Sampai badan trtinggal tulang belulang

terlukis jelas guratan lukisan tak kunjung hilang

 

Raga yang haus penuh ingin

Tak bisa memberi pelepas dahaga

Kaki terpatri rapat di tengah air yang membeku

Teriakan jiwa menggores jelas kedalam raga

 

Mata memandang gemerlap di kejauhan

Menitikan air dari sisi mata penuh kerinduan

Membasuh luka , menambah siksa

Teriris dalam , kedalam relung tulang

Jiwa menangis menjerit seketika

Hentakan bathin mulai melemah rasa

 

Menjelang waktu itu datang

Di ungkap semua kisah yang ada

Terpancar sinar dari seberang samudra

Terpandang singgasana yang lama di damba

 

 

 

Depok , April 14, 2008

 

Jombi_par@yahoo.com

 

Derita kita

 

Di atas tanah yang kaya nampak termenung sebuah insan tak berdaya

Terjerat dibalik tirani jeratan kehidupan,

Terlalu ramai sudah badan yang menjerit lapar ,

Dari ujung jalan dan trotoar gang-gang kehidupan

Lunglai lemas badan –badan tak berdosa ditangan kedzaliman penguasa,

Teriak bocah ditengah malam yang buta ,

Menahan jerit dan laparnya tubuh yang merapuh,

Baju lusuh jadi tontonan di sepanjang pemandangan,

Terkesan indah dan di biarkan……,

Tanah ini menangis menatap penguasa yang Apatis,

 

Topi hitam di balik jas yang indah

Tak perduli dengan mata tak nampak darah,

Menjerit-jerit hingga habis suara ini,

Dengan tenang dan melenggang

Berjalan diatas bumi Tuhan ,

Sambil berjalan tanpa kesan

Dari tangan penguasa yang jahanam,

 

Hey…….kau putra bangsa bukankah tahu siapa kita …

Jangan biarkan tanah ini bertumpah darah ,

Bukan karean berjuang melawan penjajah ,

Berperang melawan kesengsaraan dan gelisah,

 

Lihat laut yang luas harus kah menyempit,

tak pernah tersisa karenanya ,

terkuras jelas ditangan kotor manusia hina,

Dengar putra bangsa kita dan kitalah

Yang merasakan ulah –ulah jahil tangan penguasa.

Bergerak maju dengan satu tujuan ,

Jadikan tanah ini tempat berteduh dan senantiasa di ridhoi tuhan…

 

Depok 18 Mei 2008

Jombi_par@yahoo.com

 

Mereka bukan tuhan…..

 

Mengapa kita harus merasa ketakutan,

Di bawah tangan-tangan kotor utusan setan.

Mereka bukan tuhan yang harus di takutkan

Tapi mereka tak lebih sebuah kotoran yang berjalan,

Jangan takut wahai kawan-kawan,

Pada manusia berdasi tak punya hati ,

Lihat kawan diujung jalan kehidupan ,

Telah bergulingan nyawa diatas kedzaliman….

 

Berwajah tuhan berhati setan berjalan seolah dalam kebenaran

Dan sungguh telah kukatakan mereka kotoran yang perlu di singkirkan

Teriaklah yang lantang kawan..!

Kita bukan binatang peliharaan …

Katakan pada setan –setan pemuja kekuasaan,

Yang tunduk dan patuh pada kesesatan ,

Kita adalah api yang siap melebur dan membinasakan,

Mulut –mulut busuk penghianat tuhan,

Rentangkan tangan kita sejauh kita berjalan,

Wujudkan impian kita membuinuh tangan setan,

 

Mereka bukan tuhan hanya binatang yang perlu kita singkirkan.

Mereka bukan tuhan yang perlu kita takutkan.

Tapi mereka pengecut yang wajib kita lawan,,,,,,

Wahai teman dimana suara kalian yang dulu terdengar lantang,

Ataukah kalian telah takut pada penentang tuhan,,,

Lebih baik mati di pinggir jalan

Dari pada di ujung kehidupan setan…

Mereka bukan tuhan …..yang perlu kita takutkan

Mereka sampah yang harus kita bersihkan…….

 

Depok 12 Mei 08

 

Jombi_par@yahoo.com

SIAPA SEBENARNYA DIA
Kalau tangan ini bersih dan suci
Mengapa tragedi datng silih berganti,
Kerusakan datang silih berganti,
Memanggil salah satu dari tangan-Nya,
Bila sampai kesebrang Katakan padanya,
Kita dan kitalah yang penuh nista,
Ternyat dia mengerti segalanya,
Dai semua tingkah laku kita,
Matahari berputar edar Karena-Nya,
Alam tumbuh subur karena aturan-Nya,
Tapi air dalam benjana tetaplah buta,
Berdiam mengalir sesukanya,
Tak mengerti apa yang di inginkan-Nya,
Tanyakan PadaNya Mengapa ada petaka,
kita tak pernah tahu balas jasa,
Yang tahu hanya melahapnya ,
Sadarkah kita terhadapnya ,
Barulah bertanya siapakah dia sebenarnya .
Depok,16 februari,007
DI UJUNG HAYALAN
Malam yang hening menenmbus mimpi
Mengusik imajinasi yang tenggelam bersama mimpi
Lengah dan lenguh datang menguji diri
Menertawakan kepahitan yang di alami
Semu rasa yang ada dan mati terasa
Menggugah jiwa yang tak layak berarti
Bising gendrang di tabuh perlahan
Membawa resah dalam jiwa penuh khayalan
Terasing senyum perlahan menghilang
Terbaring badan dalam keraguan dalam ketenangan
enggapai-gapai tangan yang mulai menghilang
mengejar bayang-bayang hditelan khayalan
Resah gelisah bersama menjadi luka lusuh
Tersudut hati keadlam semu dan perlahan mati
Menyiksa cerita terhalang mimpi semu
Bertutur kata tak lagi pernah berarti
Bintang dan bulan mulai meredup
Dilahap Awan menghitam di ujung khayalan
tergantung raga dan jiwa di sudut mata
Mencoba raib dan sirna dari kehadirannya
Gontai gemulai tak berdaya
Rasa dan karsa tak lagi jadi nyata
Berujung mimpiberhaluan hayalan
Mautlah yang datang menjelang waktu datang
depok,20 februari 007
AKU DAN MISTERI
 
Yang terbaik itu telah hilang dihati
Mejelang malam yang terus menghilang
Menatap gelap dalam kehidupan
Tak terganti rasa apa yang terjadi
 
Kala terus berlalu dari hidup
Menyambut mata yang tetutup
Adakah rasa itu kembali kepadaku
Andai itu bisa memberiku waktu
 
Memang nasib itu selalu begitu
Mengiringi jeajk tak tentu
Sambil menggores masa lalu
Terungkap jelas yang ditunggu
 
Bukan rasa itu telah mati
Tapi mungkin inilah yang terjadi
Menjadi sebuah misteri mimpi misteri
Lalu dijadikan manusia mati
 
Terbaik dalam setiap masa
Terjatuh dalam tiap kata
Bertali seakan tak bersimpul
Hanya menunggu semua terkabul
 
Gerangan batin yang merana
Member garis-garis kehidupan
Menjelajah semua kepanikan dan,
menjadi akhir mata tertutup yang memuaskan
 
 
Depok , 23 Februari 2008

Bermimipi

 

Jika waktu datang memilih masa,

Biarkan saja cerita berlanjut hingga mentari itu tiba,

Seperti mata ini yang selalu tertutup dan bermimpi

Menmcari sesuatu yang tak peranh bisa di cari ,

 

Cerita hari ini akan menjadi cerita yang indah di esok hari,

Menajadikan mimpi menjadi sebuah kenyataan yang bermuara

Pada senja yang berwarna pesona ria

Dan jika keindahan itu telah tiba maka

waktu yang diam akan segera bicara

Memberi jawab yang selama ini dicari oleh asa,

 

Dan biarlah badan ini tetap bermimpi

menjulang kelangit yang tinggi ,

Hingga awanpun akan segera menutupi

kebimbangan yang selama ini dicari,

Jalan ini masih terlalu dekat untuk di jadikan cerita yang bermakna,

 

Malam adalah hari yang dating bukan gelap yang menakutkan ,

Malam adalah hari dimana kita mulai bermimpi

menjadikan kita yakin akan sesuatu

Yang datang akan menjadi sesuatu hal yang terbaik bagi diri ini,

Depok , 1 April 2008

Musafir kehausan

 

Gontai dan lelah kaki ini melangkah tanpa arah dan tujuan ,

Memang begitu hidup yang terjadi yang mengasing di negri

Orang ,

Debu dan kerikil yang terjal terkadang datang menghalangi

Di setiap gerak langkah yang tak tentu arah,

 

Mencari makna di setiap kehidupan musafir bimbang dalam keraguan

Masih adakah cerita indah itu datang menjadikan cerita itu penuh dengan makna

Berteriak lelah badan ini di tengah padang pasir yang gersang ,

Mencekit leher dengan kehausan yang meradang,

Galau lah serluruh badan ………

 

Gelap mata ini ,,,,…Sang surya enggan melawatkan dan selalu menertawakan

Terus dan terus badan berpindah dari satu arah kearah yang tak tahu,

Hai tuan……” yang murah hati aku hanya musafir yang berlari dari kebodohan,

Mencari mata air yang jernih menghilangkan haus dan dahaga dihati,

 

Hai tuan …..yang bijaksana tentu kau tahu di mana badan berlabu ,

Sampai pasir menjadi permata dan kerikil menjadi intan mutiara,

Musafir berjlan dalam kehampaan memegang peluh dan lelah menjadi satu,

Musafir hanya bisa bercerita pada baris-baris tanpa bahasa,

Tuan yang mendengar ,,,,,lihatlah langit yang tak bertiang ,

Lalu carilah batas dan garisnya sampai kau temukan selembar kain putih

Kain menyembuyikan mu dalam kesepian selamanya…..

 

Depok 1 April 2008

22 responses to “PUISIKU

  1. nani Februari 26, 2008 pukul 1:37 am

    boleh juga puisi na tp krag byk!!!!!!!!!
    puisi tu ungkpan hti u y,pa cm skedar imajinasi doank!ga hran kl u srg bkinin kta2 bwt w ternyt mg u sk bkn puisi toh!!!!!!!!!
    tp ky na sft u bda ma gya puisi u?????????
    gtu ja de tar kl w smpt w kmentr lg tp hrs bkn puisi yg br y?dah…………

  2. nani Maret 4, 2008 pukul 1:40 am

    ehm……. puisi na bru ni? tp syg tlsan na ke kcilan g kliatn.mn lg w tngu y krya2 u yg bru ok!!!!!!!!

  3. Efroyni Maret 31, 2008 pukul 10:12 am

    Weeeee,keren2 puisi na but krng bnyk tu fren,w tggu y puisi t’baru na.key…..!!!!.w salut dh pnya tmn kyk lu….mga sukses fren,,,,,,……….(^_^)

  4. perdi April 3, 2008 pukul 3:35 pm

    bisa nitip puisi nggak? kalau boleh gimana caranya
    ditunggu balasannya?

  5. me2i_niez Mei 5, 2008 pukul 12:12 pm

    Jjr Q dr dl emg ska bgt ma puisi2 yg km buat, baik tu U buat khusus bt aQ or bukan. U bnr2 pny Talenta yg kuat d bidang sastra. Truzlah brkarya n Q brharap U msh mo bt puisi khusus bt aQ lg wlwpn kisah Qt dah brakhir.
    Mf to smua kslhn aQ d masa ll !! SUKSES SLL…SEMANGAAAAT!!!

  6. tyara Mei 13, 2008 pukul 3:22 am

    puisix ya ok lah
    btw u suka nulis cerpen ya

  7. rahmatvinacerpus Juli 31, 2008 pukul 8:39 am

    Untuk Para Komentator saya ucapkan terimakasih dan saya tunggu Loh kement dari teman-teman sekalian oh ya kalu mau kasih Coment di fotoku aja supaya lebih terorganisasi

  8. eko putra September 4, 2008 pukul 5:30 am

    iya, aku sekarang kelas 3 di smu 2
    berarti aku adexmu dong

    salam

    eko putra
    serigala kecil

  9. Rozi Kembara September 4, 2008 pukul 7:28 pm

    ” DAN SAJAK…
    TAKDIR LAIN BAGI KATA YANG MENUBUH SEDANG KAU MENJELMA TUHAN”

  10. dewi Agustus 27, 2009 pukul 11:01 am

    hmmm…………trbitkn lg dunkz puisi yg trbaru!!!!!!
    jjr aq ska dg puisi2 yg kmu buat……….met puasa Marhaban Ya Ramadhan!!!!!!!!

  11. Sukses Desember 29, 2009 pukul 1:51 pm

    KURANG SUKSES …..!
    AKU G SUKA PUISI !!!
    KIKIkikikikiKikiKikiKiikikikik …………..

  12. didi Desember 10, 2010 pukul 7:47 am

    humm………puis yg kreen

  13. payday loans Juli 5, 2012 pukul 1:17 am

    After looking over a number of the articles on your
    website, I really like your way of blogging. I book-marked it to my bookmark
    webpage list and will be checking back soon. Please check out my web site as well and let
    me know your opinion. linefeed.org payday loans

  14. Tokokoo Theme Review Mei 24, 2013 pukul 7:38 am

    I really like your blog.. very nice colors & theme. Did you create
    this website yourself or did you hire someone
    to do it for you? Plz reply as I’m looking to construct my own blog and would like to know where u got this from. appreciate it

  15. go to these guys Juni 1, 2013 pukul 11:34 am

    If some one desires expert view regarding blogging then i propose him/her to visit this weblog, Keep up the pleasant work.

  16. Special Info Juni 1, 2013 pukul 6:26 pm

    I seldom leave remarks, however i did a few
    searching and wound up here PUISIKU |. And I do have 2 questions for you if it’s allright. Is it only me or does it appear like a few of the remarks look as if they are left by brain dead visitors?😛 And, if you are writing on additional online social sites, I would like to keep up with everything new you have to post. Would you list of the complete urls of your social pages like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?

  17. Colby Juni 10, 2013 pukul 4:45 pm

    Wow, this article is nice, my sister is analyzing these kinds of things, thus I
    am going to convey her.

  18. cell phones for kids Juni 18, 2013 pukul 1:50 am

    Very good article! We will be linking to this particularly great post on our site.
    Keep up the good writing.

  19. text message spyware Juli 17, 2013 pukul 1:27 pm

    Admiring the hard work you put into your site and in depth information you offer.
    It’s good to come across a blog every once in a while that isn’t the
    same old rehashed material. Wonderful read! I’ve bookmarked your site and I’m including your RSS feeds
    to my Google account.

  20. software development services Agustus 3, 2013 pukul 6:50 am

    Hi, i think that i noticed you visited my website so i
    came to return the want?.I am attempting to to find things to
    improve my website!I suppose its good enough to use some of your concepts!
    !

  21. Perfect Pancake As Seen On Tv Commercial Agustus 6, 2013 pukul 2:31 pm

    CAPTCHA: A graphic that displays distorted letters and numbers as part of
    a submission form. If you have a sweet tooth,
    some warmed-up pie filling on top of a pancake really hits the spot.

    Last year’s salad recalls were another area of concern since my husband and I eat salads every day.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: